SMART CITY: Tranformasi Kota-kota ke Era Digitalisasi

Proses digitalisasi pada masa sekarang adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian, aktifitas sesederhana berbincang dengan teman atau mengetahui kondisi terkini dari suatu peristiwa semua bisa dipantau secara real time dengan memanfaatkan platform digital yang terhubung dengan Internet.

Ketika hal sesederhana itu pun sudah mengandalkan teknologi, maka hal yang lebih besar dan kompleks terkait pengelolaan sebuah kota sudah semestinya bisa memanfaatkan platform digital dan internet untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.

Merespon kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi informasi dan komunikasi, beramai-ramai berbagai pihak memanfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan, termasuk dalam melakukan pengelolaan terhadap aset yang dimiliki sebuah kota, konsep ini kemudian dikenal dengan Smart City.

Dalam konsep Smart City aset yang dimiliki sebuah kota dikelola dengan mengintegerasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan Internet of Things (IoT), tujuannya tak lain adalah untuk meningkatkan efisiensi terkait pelayanan publik.

Aset-aset kota/daerah seperti sistem informasi, sekolah, perpustakaan, sarana transportasi, kesehatan, pariwisata, serta urusan administrasi dan lainnya yang terkait dengan pelayanan publik dipusatkan dalam sebuah sistem agar bisa diakses oleh seluruh masyarakat ketika membutuhkannya.

Dalam sistem seperti ini, di mana keterbukaan informasi menjadi kunci utama, interaksi antara kedua belah pihak yaitu pemerintah beserta perangkatnya dengan masyarakat diharapkan bisa bersifat dua arah, dengan begitu pertukaran informasi bisa berjalan dengan baik, di mana masyarakat yang memiliki aspirasi atau sekadar ingin menyampaikan kritik dan saran dapat secara langsung menyampaikannya kepada pejabat terkait, feedback yang diharapkan pun bisa diterima saat itu juga, masyarakat tak lagi dipusingkan dengan rumitnya birokrasi.

Proses transformasi kota-kota masa kini ke arah digitalisasi melalui penerapan Smart City adalah sebuah pilihan cerdas yang bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik untuk pemerintah sebagai pelayan publik yang akan sangat terbantu ketika ingin mengetahui apa kebutuhan masyarakat, dan masyarakat sebagai sasaran kebijakan pun akan dengan mudah menyampaikan keinginannya.

Dengan penerapan Smart City, komunikasi antara kedua belah pihak akan berjalan dengan efektif dan efisien sehingga membantu sebuah kota untuk tumbuh dan berkembang dalam iklim yang sifatnya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. (Pict Good Cities)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*