Perkembangan & Pencapaian Kendaraan Listrik Indonesia

 

Pemerintah Indonesia menargetkan pada tahap awal memproduksi kendaraan listrik sebanyak 2.200 unit roda empat dan 2,1 juta unit roda dua pada tahun 2025. Sementara itu kendaraan listrik yang beredar di Indonesia hingga pertengahan tahun 2018 mencapai 3.000 unit atau 0,14 persen untuk kendaraan roda dua dan 1.000 atau 45 persen untuk kendaraan roda empat pada tahun 2025.

Selain kendaraan, dari segi infrastruktur pendukung kendaraan listrik juga belum sempurna. Ada sekitar 1.300 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) yang tersedia di 24 kota di Indonesia. Dan 71 persennya ada di wilayah DKI Jakarta.

Kemudian, banyak keraguan yang muncul dari para pengguna kendaraan bermotor. Umumnya pengguna kendaraan roda dua memandang positif dari segi harga untuk kendaraan listrik roda dua. Namun, ragu terhadap tampilan dan juga ukuran motor listrik jika dibandingkan dengan motor konvensional biasa.

Berbeda dengan keraguan yang muncul dari pengguna kendaraan roda empat. Pengguna kendaraan roda empat merasa raguuntuk menggunakan kendaraan listrik beroda empat dikarenkan harga yang terbilang lebih mahal dan juga beban pajak yang dibebankan cukup tinggi. Dan juga untuk menggunakan kendaraan listrik membutuhkan waktu lama untuk mengisi daya kendaraan. Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan pengguna saat ingin beralih pada kendaraan listrik.

Sejauh ini pencapaian kendaraan listrik di Indonesia masih jauh dari ekspektasi pemerintah. Hal ini disebabkan banyaknya tantangan dari segala sisi. Hingga saat ini Pemerintah juga belum menetapkan peraturan dan kebijakan yang jelas terkait penggunaan kendaraan listrik ini. Namun, kendaraan listrik di Indonesia ini harus segera direalisasikan.

Menurut catatan Kementrian ESDM rata-rata pertumbuhan kendaraan bermotor mulai dari 2006 hingga 2016 meningkat sebanyak 11,6 persen pertahun. Sehingga polusi udara juga ikut meningkat ketika pertumbuhan kendaraan dan pemakaian Bahan Bakar Minyak terus meningkat. Maka dengan kehadiran kendaraan listrik ini diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan keamanan energi, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan kualitas udara lokal.

Kini indonesia tinggal menanti Peraturan Presiden (Perpres) mengenai kendaraan listrik yang sedang dalam masa kajian. Kemudian tinggal menunggu tandatangan dari Presiden Jokon Widodo. Dari situlah Indonesia akan memiliki target 20 persen untuk memproduksi kendaraan emisi karbon rendah. Pemerintah juga akan segera mengatasi keraguan-keraguan yang dirasakan oleh pengguna kendaraan.

Seperti yang dikutip dari CNNIndonesia.com bahwa kedepannya bentuk kendaraan roda empat tidak akan dijadikan patokan untuk menentukan besaran pajak. Namun, pajak akan dihitung berdasarkan emisi gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*