Ayo Dukung “Gerakan 100 Smart City Indonesia”

Gerakan 100 Smart City kini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Gerakan ini sudah dilakukan dari 2015 dan diperkirakan akan mencapai 100 Kab/Kota pada 2019 mendatang. Hingga kini sudah ada 75 Kab/Kota yang sudah masuk dalam gerakan 100 Smart City ini.

Menurut Suhono S, Inititator Smart City dari ITB menjelaskan bahwa kota cerdas adalah kota yang paling cepat dan akurat dalam memberikan solusi kepada warganya serta menanggapinya dengan cepat.

Ia menjelaskan konsep smart city sebenarnya terdiri dari komponen-komponen pendukung yaitu, smart people, smart government, smart economy, smart governance, smart environtment, dan smart living. Selain itu, sebuah kota dapat dikatakan sebagai kota cerdas jika sudah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-harinya.

Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada publik dan juga meningkatkan kesejahteraan warga. Dari 75 Kab/Kota tersebut, Jakarta menjadi pelopor pergerakan program smart city sejak 2014 lalu. Baru-baru ini Jakarta menciptakan aplikasi pantau banjir. Banjir Jakarta memang selalu terjadi berulang-ulang, apalagi disaat-saat musim hujan.

Namun kini sudah diciptakan aplikasi pantau banjir sehingga masyarakat Jakarta bisa memantau dan mengetahui secara real time lokasi-lokasi banjir yang ada di Jakarta.

Peran lain yang turut membangun gerakan Smart city ialah internet of thing (IoT). Perangkat internet of things mampu bekerja dengan konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer.

Beberapa contoh penerapan IoT seperti Smart watch, Google glass, Smart parking, dan lainnya. Menurut Solution Architect Ericsson Indonesia, Hilman Halim dalam techinasia.com mengatakan bahwa untuk operasional perangkat IoT hanya memerluka tiga elemen utama, yaitu; Perangkat fisik, Jaringan internet, dan Aplikasi. Jika elemen ini sudah terpenuhi, maka perangkat bisa dikostumisasi sesuai kebutuhan pengguna.

Smart city memang sedang gencar dilakukan. Namun banyak sekali tantangan dalam membuat sebuah perubahan. Begitu juga dengan pergerakan Smart City di Indonesia yang memiliki tantangannya tersendiri. Berikut tantangan yang akan dihadapi dalam menerapkan smart city di Indonesia.

1. Harga perangkat yang tinggi
Harga perangkat-perangkat penunjang sebuah kota menjadi kota cerdas itu memiliki harga yang tinggi dan peralatan yang langka sehingga sulit di dapatkan.

2. Mempersiapkan masyarakat untuk menerima perubahan digitalisasi
Pasalnya tidak semua masyarakat Indonesia mengerti akan kemajuan teknologi. Sehingga selain mempersiapkan kota cerdas, pemerintah tetap harus mengingat komponen-komponen pendukung smart city.

3. Banyak daerah yang belum memiliki infrastruktur memadai
Daerah di Indonesia masih banyak yang belum membangun infrastruktur teknologi informasi sebagai langkah utama dalam mewujudkan smart city. Bahkan ada beberapa daerah di Indonesia yang belum tersentuh oleh akses internet.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*